Aliran Mu'tazilah dan Aliran Syi'ah
A. ALIRAN MU'TAZILAH Sejarah Perkembangan Aliran Mu'tazilah Aliran Mu’tazilah pertama kali muncul di Kota Basrah (Iraq) pada abad ke 2 H, tepatnya ketika masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dan khalifah Hasyim bin Abdul Malik. Aliran ini dipelopori oleh salah seorang penduduk Basrah yaitu Wasil bin Atha’, ia adalah mantan murid dari Hasan Al Basri. Wasil bin Atha’ berpendapat jika muslim yang berbuat dosa besar itu bukan mukmin, bukan pula kafir, tetapi fasik. Akan tetapi, Imam Hasan Al Basri berpendapat jika mukmin yang berdosa besar masih berstatus mukmin. Inilah awal kemunculan paham ini dikarenakan perselisihan antara murid dan guru. Tokoh Aliran Mu'tazilah a. Wasil bin Atha’. Pemikiran beliau adalah : - Mukmin yang melakukan dosa besar dihukumi tidak mukmin dan tidak pula kafir, tetapi fasik dan keberadaan orang tersebut diantara mukmin dan kafir. - Mengenai perbuatan manusia. Manusia memiliki kebebasan, kemampuan, dan kekuasaan untuk melakukan atau tid...