Aliran Jabariyah dan Aliran Qadariyah

A. ALIRAN JABARIYAH

  • Asy Syahratani mengartikan Jabariyah yaitu menolak adanya perbuatan dan menyandarkan semua perbuatan kepada Allah Swt. Artinya, manusia tidak punya andil sama sekali dalam melakukan perbuatannya, melainkan Tuhan yang menentukan segala-galanya.
  • Paham Jabariyah pertama kali diperkenalkan oleh Ja'ad bin Dirham, kemudian disebarluaskan oleh Jahm bin Shafwan dari Khurasan. Dalam perkembangannya, paham ini juga dikembangkan oleh tokoh lainnya, yaitu Al Husein bin Muhammad Najjar dan Ja'ad bin Dirrar.
  • Tokoh-Tokoh Aliran Jabariyah : Ja'ad bin Dirham dan Jahm bin Shafwan, An Najar dan Adh Dirrar.

           a. Jabariyah Ekstrim, segala perbuatan manusia bukan merupakan perbuatan yang timbul dari                  kemauannya sendiri, tetapi perbuatan yang dipaksakan atas dirinya sendiri.  

          b. Jabariyah Moderat, Tuhan memang menciptakan perbuatan manusia, baik perbuatan jahat maupun baik. Tetapi manusia mempunyai bagian-bagian di dalamnya. 

  • Ajaran Pokok Aliran Jabariyah : 

        a. Manusia tidak mampu berbuat apa-apa. Segala perbuatan manusia merupakan paksaan dari Tuhan dan merupakan kehendak-Nya yang tidak bisa ditolak oleh manusia. 

        b. Surga dan neraka tidak kekal. Begitupun dengan yang lainnya, hanya Tuhan yang kekal.

        c. Iman adalah ma'rifat dalam hati dengan hanya membenarkan dalam hati

        d. Allah tidak mempunyai sifat serupa makhluk

        e. Tuhan menciptakan segala perbuatan manusia, tetapi manusia berperan dalam mewujudkan perbuatan itu.

  • Dalil Al Qur'an yang Menjadi Landasan Aliran Jabariyah

       a.  Q.S As Saffat : 96

            Yang artinya : "Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu."

      b. Q.S Al An'am : 111

            Yang artinya : "Kalau sekiranya kami turunkan kepada mereka dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

      c. Q.S Al A'raf : 17

           Yang artinya : "Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

B. ALIRAN QADARIYAH

  • Qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diinvestasi oleh Tuhan. Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi setiap perbuatannya, ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri.
  • Tokoh-Tokoh Aliran Qadariyah :

        a.  Ma'bad al Juhani

        b. Ghailan al Dimasqi

  • Ajaran Pokok Aliran Qadariyah :

        a. Orang yang berdosa besar itu bukan kafir dan bukan mukmin, tetapi fasik dan orang fasik itu masuk neraka secara kekal.

       b. Allah Swt tidak menciptakan amal perbuatan manusia. Manusia sendirilah yang menciptakan  segala amal perbuatannya.   

       c. Kaum Qadariyah mengatakan bahwa Allah itu Esa atau satu dalam arti bahwa Allah tidak memiliki sifat-sifat azaly, seperti ilmu, kudrat, bayat, mendengar, dan melihat yang bukan dengan zat-Nya sendiri.

       d. Kaum Qadariyah berpendapat bahwa akal manusia mampu mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk walaupun Allah tidak menurunkan agama. 

C. Perbandingan Aliran Jabariyah dan Qadariyah

          Perbedaannya yaitu jika Aliran Qadariyah percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. Sedangkan Aliran Jabariyah bahwa segala perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh qadha dan qadar Tuhan. 

         Persamaannya yaitu keduanya sama-sama aliran kepercayaan sesuai dengan situasi politik yang terjadi. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HM Rasyidi dan Harun Nasution

Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf

its me