Aliran Ahlussunnah Salaf dan Aliran Ahlussunnah Khalaf
A. ALIRAN AHLUSSUNNAH SALAF
- Sejarah Perkembangan Aliran Ahlussunnah Salaf
Kata Salafiyah berasal dari kata kerja salafa, yaslufu, salafan yang berarti sudah berlalu, sudah lewat, atau yang terdahulu. Gerakan Hanabilah yang memberi istilah Salaf pada abad ke-4 H dengan mempertalikan dirinya kepada pendapat-pendapat Imam Ahmad bin Hanbal yang menghidupkan dan mempertahankan pendirian Ulama Salaf. Masa Salaf adalah masa Nabi, Sahabat, dan Tabi'in.
Abad ke-7 H, gerakan salaf mendapat dorongan baru yang muncul dari seorang yang sangat energik dari Siria yaitu Ibnu Taimiyah. Beliau menggalang kekuatan dan kesatuan umat saat kota Damaskus diserang dan dikepung oleh tentara Mongol.
Abad ke-12, pemikiran salaf dibangkitkan kembali oleh tokoh pemikir dan pergerakan dari Hijaz yaitu Syekh Muhammad bin Abdul Wahab yang mendengungkan semangat untuk kembali kepada ajaran islam yang murni bersumber dari Al Quran dan Sunnah.
Pada masa kini muncul Salafiyah yang cenderung kembali ke masa murni Islam dengan meneladani kehidupan Rasulullah Saw, bukan hanya pada ajaran yang dibawanya tetapi juga perilaku sehari-hari Rasulullah Saw.
- Tokoh Aliran Ahlussunnah Salaf
a. Imam Ahmad bin Hanbal
b. Ibn Taimiyah
- Ajaran Pokok Aliran Ahlussunnah Salaf
a, Mendahulukan syara' daripada akal. Seorang muslim tidak boleh menyampingkan kandungan Al Quran dan Hadits walaupun bertentangan dengan akal dan ketentuan syara' harus didahulukan daripada akal.
b. Meninggalkan takwil kalami. Salaf menolak penakwilan kalam seperti itu karena mencederai Al Quran itu sendiri.
c. Berpegang teguh pada nash Al Quran dan Hadis Nabi. Akal harus tunduk dibawah nash. Karena nash adalah firman Allah.
B. ALIRAN AHLUSSUNNAH KHALAF
- Sejarah Perkembangan Ahlussunnah Khalaf
Awal mula timbulnya istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidak diketahui secara pasti kapan dan dimana munculnya karena sesungguhnya istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mulai dipopulerkan oleh para ulama salaf ketika semakin mewabahnya berbagai bid'ah dikalangan umat Islam. Harun Nasution dengan meminjam keterangan Tasy Kubra Zadah menjelaskan bahwa aliran ahlus sunnah muncul atas keberanian dan usaha Abu Hasan Al Asy'ari.
- Tokoh dan Pemikiran Aliran Ahlussunnah Khalaf
a. Imam Al Asy'ari
Al- Asy'ari menganut faham Mu'tazilah hanya selama ia berusia 40 tahun. Menurut Ibnu Asakir yang melatarbelakangi Al Asy'ari meninggalkan Mu'tazilah adalah pengakuan beliau terlah bermimpi bertemu dengan Rasulullah Saw sebanyak tiga kali. Dalam tiga mimpinya itu, Rasulukkah mengingatkan agar meninggalkan faham Mu'tazilah dan membela faham yang telah diriwayatkan oleh baliau.
b. Al Maturidi
Pemikiran-pemikirannya banyak ditemukan dalam bentuk karya tulis diantaranya adalah kitab Tauhid, Takwil Al Quran, Makhas Asy Syara'i
Komentar
Posting Komentar