Tauhid dan Kedudukannya

 1. Pengertian Tauhid Dzat, Sifat, Rububiyyah, Uluhiyyah

A. Tauhid Dzat

Secara global, tauhid dzat yaitu mengesakan dzat Allah Swt. Mengesakan dari segala dzatnya yang berbeda dari dzat manusia, mengimani bahwa dzat yang dimilikinya tidaklah tersusun, terbentuk, atau sama dengan makhluknya. Dzat Allah adalah wujud, ia hidup dan tak akan pernah mati. Dzat Allah tidak memiliki tempat dan tidak membutuhkan tempat walaupun ia menciptakan segala tempat.

B. Sifat (Asma Wa Sifa')

Tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai Allah dalam asma' dan sifatnya. Tauhid sifat meyakini bahwa sifat-sifat Allah adalah ilmu kuasa, hidup merupakan hakikat dzatnya. Sifat-sifat Allah tidak sama dengan sifat makhluk lainnya.

C. Tauhid Rububiyyah

Tauhid Rububiyyah adalah suatu kepercayaan bahwa yang menciptakan alam semesta beserta isinya hanyalah Allah sendiri tanpa bantuan siapapun. Allah sebagai Tuhan yang menguasai, mengurus, serta mengatur alam semesta.

D. Tauhid Uluhiyyah

Tauhid Uluhiyyah yaitu keyakinan yang teguh bahwa hanya Allah yang berhak disembah disertai dengan pelaksanaan, pengabdian atau penyembahan kepadanya saja dan tidak mengalihkan kepada yang lainnya. 

2. Dalil Tentang Tauhid

a. Q.S Adz Dzariyat : 56

Yang artinya : "Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu"

b. Q.S An Nahl : 36

Yang artinya : "Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus setiap umat seorang Rasul (untuk menyerukan) "Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut."

Keutamaan orang yang bertauhid kepada Allah :

a. Orang yang bertauhid kepada Allah akan dihapus dosa-dosanya

b. Orang yang bertauhid kepada Allah dijamin masuk surga

3.  Makna dari Laa Ilaha Illallah

Maknanya yaitu tiada Tuhan yang haq untuk dijadikan sesembahan kecuali Allah. Kalimat ini mengandung dua pengertian yaitu penolakan atas segala bentuk sesembahan selain Allah dan menetapkan satu-satunya sesembahan yang haq yaitu Allah Swt. Setelah bersyahadat, maka kita harus membuktikan syahadat dalam kehidupan kita. Kalimat La Ilaha Illallah adalah kunci keamanan, kedamaian, ketentraman, dan kesejahteraan manusia.

4. Makna Ma'rifah

Ma'rifah yaitu mengetahui rahasia-rahasia Tuhan menggunakan hati sehingga memberikan pengetahuan yang menimbulkan keyakinan yang seyakin-yakinnya. Dari keyakinan tersebut, akan muncul ketenangan dan bertambahnya ketakwaan kepada Allah Swt.

5. Makna Muraqabah

Makna muraqabah tidak akan mungkin terwujud dalam diri seseorang kecuali bila benar-benar meyakini tanpa ragu sedikitpun bahwa Allah dekat dengannya, melihat isi hatinya sebagaimana melihat lahiriahnya. Muraqabah adalah bentuk olah jiwa yang harus dibiasakan. Artinya, jika seorang mukmin ingin melakukan muraqabatullah, maka ia harus menghamba padanya dengan kesadaran yang kuat akan nama Allah. 

Ulama kontemporer  masa kini mengatakan muraqabah adalah bila seorang muslim menarik dirinya untuk merasakan pengawasan Allah, lalu mengharuskannya untuk meneguhi itu setiap saat dalam kehidupannya, hingga menjadi sempurna keyakinannya bahwa Allah mengawasinya, mengetahui rahasia-rahasianya, mencatat apapun yang ia lakukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HM Rasyidi dan Harun Nasution