Ilmu Kalam dan Sejarahnya
Ilmu kalam adalah satu-satunya ilmu yang banyak mengandung perbedaan pendapat. Baik dari masyarakat awam ataupun para ulama mutakallimin. Orang awam pasti bertanya-tanya untuk apa sih kok diperdebatkan? Begitu pula dengan ulama, perdebatan tidak akan pernah berhenti karena mereka tidak akan merasa puas jika belum menemukan titik terang. Lalu, untuk apa ilmu kalam dipelajari? Yaitu sebagai wujud jika kita benar-benar memahami keTuhanan.
Pada dasarnya, objek ilmu kalam itu fokus pada masalah ke-Tuhanan, fokus pada ketahudian. Lantas, bagian mana yang diperdebatkan? Salah satu contohnya, mengenai Qadha dan Qadhar. Ada yang berpendapat jika takdir seseorang tidak bisa diubah, sudah digariskan Allah di Lauful Mahfudz, tetapi ulama lain berpendapat sebaliknya, takdir itu bisa diubah. Contohnya, seseorang yang didoakan Nabi, bisa jadi doa Nabi menjadi perantara terubahnya takdir seseorang.
Ilmu kalam cenderung membawa banyak perbedaan, karena ilmu kalam membahas tentang Tuhan dengan segala aspeknya, baik wujudNya,ke-EsaanNya, dan sifat-sifatNya. Ilmu kalam disebut juga Ilmu Tauhid, karena yang dibahas tentang ke-Esaan Allah. Dinamakan ilmu kalam, salah satunya karena di dalam ilmu kalam itu terdapat dalil akal pikiran yang mempunyai pengaruh yang sangat tampak pada gaya bicara para ulama mutakallimin, mereka pandai berargumentasi tentang Tuhan, pandai mengutip ayat-ayat Al Qur'an kemudian memahami dan menafsirkannya.
Ilmu kalam sendiri memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
a. Manpu menjawab problematika penyimpangan teologis agama lain. Jika ketika kita menyembah Allah Swt berdasar pada dalil naqli dan dalil aqli yang kuat, maka bisa kita gunakan untuk menjawab problematika agama lain. Agama islam adalah agama yang mudah dipahami akal daripada agama lainnya.
b. Menguatkan sistem nilai ajaran islam yaitu iman, islam, dan ihsan. Karena ilmu kalam banyak membahas tentang argumen, mengutip dalil, dan menginterpretasikan kalam Allah lalu diubah menjadi suatu pemahaman yang bisa kita gunakan untuk menopang dan menguatkan ajaran islam.
c. Penguatan landasan keimanan umat islam melalui landasan filosofis-logis. Ilmu kalam memang sejatinya memerlukan aspek logika dalam beragumen.
Komentar
Posting Komentar